Bagi yang sering Facebook-an,artikel berikut sangat menarik, karena ternyata ada juga peneliti yang mengambil facebook sebagai sarana penelitian, wajar saja sih lha Saat ini situs jejaring sosial Facebook telah memiliki lebih dari 500 juta member. Hal ini menjadikan Facebook sebagai ladang baru untuk penelitian ilmu sosial.
Ada beberapa penelitian ilmu sosial yang sudah dilakukan. Hasilnya pun cukup mencengangkan. Berikut ini beberapa hasil studi mengenai Facebook, seperti yang dikutip dari theweek.
Narsis
Sebuah studi dari York University, Canada, mengatakan bahwa orang yang sering men-update akun Facebooknya memiliki kecenderungan menjadi seorang yang narsis. Hal ini diperkuat dengan studi pada tahun 2008 di University of Georgia, Amerika Serikat, yang menyatakan bahwa "semakin sering posting (di Facebook) = semakin narsis."
Kedua studi tersebut mengatakan bahwa orang-orang narsis tersebut menggunakan Facebook sebagai promosi diri. Pada wanita yang sombong fokus pada keglamoran dengan pose-pose pada fotonya, sedangkan pria cenderung membual tentang dirinya.
Postingan paling efektif adalah foto
Menurut perusahaan social media marketing, Virtrue, waktu yang terbaik agar postingan Anda mendapat perhatian orang banyak adalah hari Jumat pagi. Menurutnya Postingan foto diklik 22 persen lebih banyak daripada video dan 54 persen lebih banyak daripada postingan teks seperti update status. Apapun yang diposting sebelum Jumat siang akan diklik 65 persen lebih banyak daripada sore hari dan hari terbaik untuk memposting adalah Jumat, sedangkan hari terburuk untuk memposting adalah akhir pekan.
Sering login = Penurunan IPK
Seorang psikolog asal Belanda, Paul Kirschner, menemukan bahwa mahasiswa yang mengecek akun Facebook-nya selama di kelas akan mengalami penurunan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Studi ini ia lakukan terhadap 219 mahasiswa di Amerika Serikat. Mahasiswa yang sering mengecek Facebooknya rata-rata memiliki IPK 3,06, sedangkan mahasiswa yang tidak mengecek akun Facebooknya memiliki rata-rata IPK 3,82.
Dahulukan Update Status Ketimbang ke Kamar Mandi
Studi dari Oxygen Media and Lightspeed Research melihat pada kebiasaan wanita usia 18 hingga 34 tahun tentang sosial media. Berikut hasilnya: 34 persen wanita mengatakan hal yang ia lakukan pertama kali ketika bangun tidur adalah mengecek akun Facebook-nya, sebelum meminum kopi dan pergi ke kamar mandi; 39 persen wanita mengaku kecanduan Facebook; 49 persen wanita merasa 'normal' untuk mengecek akun pasangannya; 89 persen wanita mengatakan jangan memposting apapun jika tidak ingin dilihat oleh orang tua.
Facebook membuat orang lebih bahagia
British Computer Society (BCS) membongkar sebuah mitos yang mengatakan bahwa terlalu banyak menghabiskan waktu dalam jejaring sosial membuat orang merasa terisolasi dan kehilangan sentuhan dengan dunia luar. Pasalnya, BCS menemukan bahwa Facebook memberikan statistik yang signifikan terhadap dampak positif Facebook tentang kepuasan hidup. Lonjakan kebahagiaan ini kebanyakan dialami orang-orang dengan penghasilan yang minim, wanita dan pengguna dengan tingkat pendidikan yang rendah
Berikut adalah daftar ketidaksempurnaan yang dimiliki rata-rata pria:
1. Tidak membaur dengan keluarga pasangan
2. Menggunakan sikat gigi pasangan
3. Membiarkan toilet jadi kotor
4. Membenci teman-teman pasangan
5. Tidak bersikap baik pada anak-anak
6. Malas
7. Membiarkan jenggot tumbuh liar
8. Meninggalkan potongan kuku di tempat ia memotong kukunya
9. Mengemudi dengan ugal-ugalan
10. Cepat marah
11. Bersikap seperti anak mami
12. Memakai toilet dengan pintu terbuka
13. Meninggalkan pakaian kotor di lantai kamar
14. Membiarkan bulu-bulu di wajah tak terpelihara
15. Mengkritik cara mengemudi pasangan
16. Bersendawa atau kentut sembarangan
17. Tidak suka anjing
18. Tidak membantu mencuci
19. Terlalu banyak nonton acara olahraga
20. Tidak membantu memasak
pakaianSebuah survei menarik mengenai Facebook dilakukan, lebih tepatnya mengenai perilaku remaja di Facebook. Survei tersebut mengatakan bahwa kebanyakan remaja mendapat pengalaman positif dari menggunakan Facebook. Apa alasannya? Karena dari kegiatan online mereka di Facebook, mereka bisa percaya pada diri mereka dan menjadi lebih dekat dengan seseorang, meski itu semua di dunia maya. 93 remaja pengguna jejaring sosial pasti memiliki akun Facebook.
Namun ternyata tidak itu saja, masih ada perilaku negatif yang dilakukan remaja pengguna Facebook tersebut dan angkanya cukup memadai, dikutip dari pelaku survei Teens, Kindness, and Cruelty on Social Network Sites.
Hasil studi survei tersebut adalah:
22 persen remaja memiliki pengalaman memutuskan hubungan dengan seseorang secara online
25 persen remaja tersebut memiliki pengalaman berdebat tatap muka atau konfrontasi setelah sebelumnya melakukannya di Facebook
13 persen remaja merasa gugup untuk pergi kesekolah esok harinya, serta ada masalah yang dialami dengan orangtua
8 persen remaja bertengkar karena ada suatu hal yang membuat mereka begitu di Facebook.
Kehadiran situs jejaring sosial seperti Facebook, Friendster atau Twitter sedikit banyak telah mengubah perilaku dan gaya hidup sebagian besar masyarakat.
Pengaruh luar biasa dari jejaring sosial dunia maya ini juga telah merasuk dalam kehidupan pribadi para penggunanya, termasuk perilaku berhubungan dengan orang lain.
Menurut hasil sebuah penelitian terbaru di Amerika Serikat, jejaring Facebook - yang saat ini merupakan situs yang paling banyak diakses - telah mengubah banyak aspek perilaku, khususnya terkait dengan cara menjalin hubungan dengan pasangan.
Ada banyak temuan menarik dari hasil survei terhadap sekitar 3.000 pengguna ini. Sebanyak 1.377 pria dan 1.540 wanita menjadi target dalam penelitian ini. Berikut adalah beberapa temuan penting dari penelitian ini :
1. Tak jujur dalam status
24 persen facebookers tidak memasang status relationship mereka sejujurnya. Dengan begitu, mereka lebih menyukai ‘opsi terbuka’ pada kemungkinan selingkuh atau meneruskan flirting dengan orang lain. Tercatat 27 persen pengguna tidak memasang status hubungan sama sekali, dan setengah dari mereka masih melajang.
2. Sarana Flirting
70 persen pengguna mengaku memanfaatkan Facebook untuk merayu atau menggoda teman. Sebanyak 24 persen si penggoda ini mengunakan jejaring sosial untuk merayu orang lain ketimbang pasangannya sendiri.
3. Membakar cemburu
59 persen mengaku sering cemburu karena pasangannya berhubungan dengan orang lain di Facebook. Hasil penelitian Amy Muise Ph.D dari University of Guelph, mengindikasikan, Facebook berkontribusi memicu kecemburuan, bahkan pada orang yang sebenarnya tidak punya kecenderungan atau sifat cemburuan.
4. Bencana posting wall
29 persen mengatakan bahwa kiriman pesan di dinding (wall) atau foto dapat menimbulkan masalah dengan pasangan. Sebanyak 42 persen mengatakan, mereka mendapat keluhan dari pasangannya, dan 11 persen dari yang disurvey menempatkan pasangan mereka pada profil terbatas sehingga tak dapat mengakses atau melihat semua aktivitas yang dilakukannya di Facebook (baik kiriman di wall, kementar atau foto).
5. Pilih teman yang menarik
55 persen facebooker mengirim friend request kepada seseorang yang mereka anggap menarik dan penting. Sebanyak 23 persen mengirim ajakan teman pada orang tak dikenal tetapi berpenampilan menarik.
6. Cari mantan kekasih
85 persen pengguna mencari dan menelusuri mantan kekasihnya melalui Facebook. Sekitar 17 persen dari mereka selalu mengecek halaman mantan kekasihnya, setidaknya sekali dalam seminggu.
7. Mengintai pacar atau eks pacar
59 persen facebooker selalu ‘mengintai’ profil pasangannya atau mantan kekasihnya, mencari petunjuk tentang hubungan mereka dengan orang lain. Apakah Anda juga termasuk pengintai?
8. Cinta lama bersemi kembali
32 persen wanita mencoba menjalin kembali hubungan dengan kekasihnya di Facebook. Sekitar 16 persen dari wanita ini berstatus sedang menjalin hubungan dengan seseorang. Bagaimana dengan pria? Sekitar 36 persen pria mencoba menjalin kembali dengan mantannya melalui Facebook; 1 dari 5 pria ini mengaku sedang menjalin hubungan. Sementara itu sekitar 3 persen responden mengakhiri hubungannya dengan membatalkan status hubungan melalui Facebook.
9. Membobol akun pasangan
23 persen responden mengaku pernah membobol atau nge-hack akun pasangannya di Facebook * Sebanyak 18 persen responden mengaku tahu password pasangannya, sekitar 85% persen mengaku diberitahu password-nya, 16% menebak password-nya, dan 9% responden sengaja nge-hack akun Facebook pasangan.
10. Ajang selingkuh
Sebanyak 5 persen responden mengaku berselingkuh dengan orang lain. Bagaimana mereka berselingkuh lewat Facebook? Para responden memberikan sejumlah alasan ;
- “Saya bosan dengan hubungan selama ini. Rayuan-rayuan di Facebook memutuskan saya untuk berselingkuh.”
- “Saya pernah bertemu bahkan tidur dengan dua lelaki yang saya kenal di Facebook.”
- “Ya, saya berselingkuh dengan seseorang yang saya temui di Facebook (teman selingkuh saya adalah mutual friend dan satunya lagi teman dekat).”
- “Saya membuat rencana-rencana untuk bertemu melalui pesan di Facebook.”
- “Ada seorang lelaki yang pernah saya kenal selama bertahun-tahun. Walau saya berkencan dengan orang lain ketika itu seperti halnya yang dia lakukan, kami masih sering kontak melalui Facebook— semisal merancang pertemuan, mengekspresikan perasaan satu sama lain dsb .”
- “Saya menggunakan pesan pribadi untuk merancang pertemuan dengan mantan.”
Kehadiran situs jejaring sosial seperti Facebook, Friendster atau Twitter sedikit banyak telah mengubah perilaku dan gaya hidup sebagian besar masyarakat.
Pengaruh luar biasa dari jejaring sosial dunia maya ini juga telah merasuk dalam kehidupan pribadi para penggunanya, termasuk perilaku berhubungan dengan orang lain.
Menurut hasil sebuah penelitian terbaru di Amerika Serikat, jejaring Facebook - yang saat ini merupakan situs yang paling banyak diakses - telah mengubah banyak aspek perilaku, khususnya terkait dengan cara menjalin hubungan dengan pasangan.
Ada banyak temuan menarik dari hasil survei terhadap sekitar 3.000 pengguna ini. Sebanyak 1.377 pria dan 1.540 wanita menjadi target dalam penelitian ini. Berikut adalah beberapa temuan penting dari penelitian ini :
1. Tak jujur dalam status
24 persen facebookers tidak memasang status relationship mereka sejujurnya. Dengan begitu, mereka lebih menyukai ‘opsi terbuka’ pada kemungkinan selingkuh atau meneruskan flirting dengan orang lain. Tercatat 27 persen pengguna tidak memasang status hubungan sama sekali, dan setengah dari mereka masih melajang.
2. Sarana Flirting
70 persen pengguna mengaku memanfaatkan Facebook untuk merayu atau menggoda teman. Sebanyak 24 persen si penggoda ini mengunakan jejaring sosial untuk merayu orang lain ketimbang pasangannya sendiri.
3. Membakar cemburu
59 persen mengaku sering cemburu karena pasangannya berhubungan dengan orang lain di Facebook. Hasil penelitian Amy Muise Ph.D dari University of Guelph, mengindikasikan, Facebook berkontribusi memicu kecemburuan, bahkan pada orang yang sebenarnya tidak punya kecenderungan atau sifat cemburuan.
4. Bencana posting wall
29 persen mengatakan bahwa kiriman pesan di dinding (wall) atau foto dapat menimbulkan masalah dengan pasangan. Sebanyak 42 persen mengatakan, mereka mendapat keluhan dari pasangannya, dan 11 persen dari yang disurvey menempatkan pasangan mereka pada profil terbatas sehingga tak dapat mengakses atau melihat semua aktivitas yang dilakukannya di Facebook (baik kiriman di wall, kementar atau foto).
5. Pilih teman yang menarik
55 persen facebooker mengirim friend request kepada seseorang yang mereka anggap menarik dan penting. Sebanyak 23 persen mengirim ajakan teman pada orang tak dikenal tetapi berpenampilan menarik.
6. Cari mantan kekasih
85 persen pengguna mencari dan menelusuri mantan kekasihnya melalui Facebook. Sekitar 17 persen dari mereka selalu mengecek halaman mantan kekasihnya, setidaknya sekali dalam seminggu.
7. Mengintai pacar atau eks pacar
59 persen facebooker selalu ‘mengintai’ profil pasangannya atau mantan kekasihnya, mencari petunjuk tentang hubungan mereka dengan orang lain. Apakah Anda juga termasuk pengintai?
8. Cinta lama bersemi kembali
32 persen wanita mencoba menjalin kembali hubungan dengan kekasihnya di Facebook. Sekitar 16 persen dari wanita ini berstatus sedang menjalin hubungan dengan seseorang. Bagaimana dengan pria? Sekitar 36 persen pria mencoba menjalin kembali dengan mantannya melalui Facebook; 1 dari 5 pria ini mengaku sedang menjalin hubungan. Sementara itu sekitar 3 persen responden mengakhiri hubungannya dengan membatalkan status hubungan melalui Facebook.
9. Membobol akun pasangan
23 persen responden mengaku pernah membobol atau nge-hack akun pasangannya di Facebook * Sebanyak 18 persen responden mengaku tahu password pasangannya, sekitar 85% persen mengaku diberitahu password-nya, 16% menebak password-nya, dan 9% responden sengaja nge-hack akun Facebook pasangan.
10. Ajang selingkuh
Sebanyak 5 persen responden mengaku berselingkuh dengan orang lain. Bagaimana mereka berselingkuh lewat Facebook? Para responden memberikan sejumlah alasan ;
- “Saya bosan dengan hubungan selama ini. Rayuan-rayuan di Facebook memutuskan saya untuk berselingkuh.”
- “Saya pernah bertemu bahkan tidur dengan dua lelaki yang saya kenal di Facebook.”
- “Ya, saya berselingkuh dengan seseorang yang saya temui di Facebook (teman selingkuh saya adalah mutual friend dan satunya lagi teman dekat).”
- “Saya membuat rencana-rencana untuk bertemu melalui pesan di Facebook.”
- “Ada seorang lelaki yang pernah saya kenal selama bertahun-tahun. Walau saya berkencan dengan orang lain ketika itu seperti halnya yang dia lakukan, kami masih sering kontak melalui Facebook— semisal merancang pertemuan, mengekspresikan perasaan satu sama lain dsb .”
- “Saya menggunakan pesan pribadi untuk merancang pertemuan dengan mantan.”
Ada beberapa penelitian ilmu sosial yang sudah dilakukan. Hasilnya pun cukup mencengangkan. Berikut ini beberapa hasil studi mengenai Facebook, seperti yang dikutip dari theweek.
Narsis
Sebuah studi dari York University, Canada, mengatakan bahwa orang yang sering men-update akun Facebooknya memiliki kecenderungan menjadi seorang yang narsis. Hal ini diperkuat dengan studi pada tahun 2008 di University of Georgia, Amerika Serikat, yang menyatakan bahwa "semakin sering posting (di Facebook) = semakin narsis."
Kedua studi tersebut mengatakan bahwa orang-orang narsis tersebut menggunakan Facebook sebagai promosi diri. Pada wanita yang sombong fokus pada keglamoran dengan pose-pose pada fotonya, sedangkan pria cenderung membual tentang dirinya.
Postingan paling efektif adalah foto
Menurut perusahaan social media marketing, Virtrue, waktu yang terbaik agar postingan Anda mendapat perhatian orang banyak adalah hari Jumat pagi. Menurutnya Postingan foto diklik 22 persen lebih banyak daripada video dan 54 persen lebih banyak daripada postingan teks seperti update status. Apapun yang diposting sebelum Jumat siang akan diklik 65 persen lebih banyak daripada sore hari dan hari terbaik untuk memposting adalah Jumat, sedangkan hari terburuk untuk memposting adalah akhir pekan.
Sering login = Penurunan IPK
Seorang psikolog asal Belanda, Paul Kirschner, menemukan bahwa mahasiswa yang mengecek akun Facebook-nya selama di kelas akan mengalami penurunan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Studi ini ia lakukan terhadap 219 mahasiswa di Amerika Serikat. Mahasiswa yang sering mengecek Facebooknya rata-rata memiliki IPK 3,06, sedangkan mahasiswa yang tidak mengecek akun Facebooknya memiliki rata-rata IPK 3,82.
Dahulukan Update Status Ketimbang ke Kamar Mandi
Studi dari Oxygen Media and Lightspeed Research melihat pada kebiasaan wanita usia 18 hingga 34 tahun tentang sosial media. Berikut hasilnya: 34 persen wanita mengatakan hal yang ia lakukan pertama kali ketika bangun tidur adalah mengecek akun Facebook-nya, sebelum meminum kopi dan pergi ke kamar mandi; 39 persen wanita mengaku kecanduan Facebook; 49 persen wanita merasa 'normal' untuk mengecek akun pasangannya; 89 persen wanita mengatakan jangan memposting apapun jika tidak ingin dilihat oleh orang tua.
Facebook membuat orang lebih bahagia
British Computer Society (BCS) membongkar sebuah mitos yang mengatakan bahwa terlalu banyak menghabiskan waktu dalam jejaring sosial membuat orang merasa terisolasi dan kehilangan sentuhan dengan dunia luar. Pasalnya, BCS menemukan bahwa Facebook memberikan statistik yang signifikan terhadap dampak positif Facebook tentang kepuasan hidup. Lonjakan kebahagiaan ini kebanyakan dialami orang-orang dengan penghasilan yang minim, wanita dan pengguna dengan tingkat pendidikan yang rendah
Berikut adalah daftar ketidaksempurnaan yang dimiliki rata-rata pria:
1. Tidak membaur dengan keluarga pasangan
2. Menggunakan sikat gigi pasangan
3. Membiarkan toilet jadi kotor
4. Membenci teman-teman pasangan
5. Tidak bersikap baik pada anak-anak
6. Malas
7. Membiarkan jenggot tumbuh liar
8. Meninggalkan potongan kuku di tempat ia memotong kukunya
9. Mengemudi dengan ugal-ugalan
10. Cepat marah
11. Bersikap seperti anak mami
12. Memakai toilet dengan pintu terbuka
13. Meninggalkan pakaian kotor di lantai kamar
14. Membiarkan bulu-bulu di wajah tak terpelihara
15. Mengkritik cara mengemudi pasangan
16. Bersendawa atau kentut sembarangan
17. Tidak suka anjing
18. Tidak membantu mencuci
19. Terlalu banyak nonton acara olahraga
20. Tidak membantu memasak
pakaianSebuah survei menarik mengenai Facebook dilakukan, lebih tepatnya mengenai perilaku remaja di Facebook. Survei tersebut mengatakan bahwa kebanyakan remaja mendapat pengalaman positif dari menggunakan Facebook. Apa alasannya? Karena dari kegiatan online mereka di Facebook, mereka bisa percaya pada diri mereka dan menjadi lebih dekat dengan seseorang, meski itu semua di dunia maya. 93 remaja pengguna jejaring sosial pasti memiliki akun Facebook.
Namun ternyata tidak itu saja, masih ada perilaku negatif yang dilakukan remaja pengguna Facebook tersebut dan angkanya cukup memadai, dikutip dari pelaku survei Teens, Kindness, and Cruelty on Social Network Sites.
Hasil studi survei tersebut adalah:
22 persen remaja memiliki pengalaman memutuskan hubungan dengan seseorang secara online
25 persen remaja tersebut memiliki pengalaman berdebat tatap muka atau konfrontasi setelah sebelumnya melakukannya di Facebook
13 persen remaja merasa gugup untuk pergi kesekolah esok harinya, serta ada masalah yang dialami dengan orangtua
8 persen remaja bertengkar karena ada suatu hal yang membuat mereka begitu di Facebook.
Kehadiran situs jejaring sosial seperti Facebook, Friendster atau Twitter sedikit banyak telah mengubah perilaku dan gaya hidup sebagian besar masyarakat.
Pengaruh luar biasa dari jejaring sosial dunia maya ini juga telah merasuk dalam kehidupan pribadi para penggunanya, termasuk perilaku berhubungan dengan orang lain.
Menurut hasil sebuah penelitian terbaru di Amerika Serikat, jejaring Facebook - yang saat ini merupakan situs yang paling banyak diakses - telah mengubah banyak aspek perilaku, khususnya terkait dengan cara menjalin hubungan dengan pasangan.
Ada banyak temuan menarik dari hasil survei terhadap sekitar 3.000 pengguna ini. Sebanyak 1.377 pria dan 1.540 wanita menjadi target dalam penelitian ini. Berikut adalah beberapa temuan penting dari penelitian ini :
1. Tak jujur dalam status
24 persen facebookers tidak memasang status relationship mereka sejujurnya. Dengan begitu, mereka lebih menyukai ‘opsi terbuka’ pada kemungkinan selingkuh atau meneruskan flirting dengan orang lain. Tercatat 27 persen pengguna tidak memasang status hubungan sama sekali, dan setengah dari mereka masih melajang.
2. Sarana Flirting
70 persen pengguna mengaku memanfaatkan Facebook untuk merayu atau menggoda teman. Sebanyak 24 persen si penggoda ini mengunakan jejaring sosial untuk merayu orang lain ketimbang pasangannya sendiri.
3. Membakar cemburu
59 persen mengaku sering cemburu karena pasangannya berhubungan dengan orang lain di Facebook. Hasil penelitian Amy Muise Ph.D dari University of Guelph, mengindikasikan, Facebook berkontribusi memicu kecemburuan, bahkan pada orang yang sebenarnya tidak punya kecenderungan atau sifat cemburuan.
4. Bencana posting wall
29 persen mengatakan bahwa kiriman pesan di dinding (wall) atau foto dapat menimbulkan masalah dengan pasangan. Sebanyak 42 persen mengatakan, mereka mendapat keluhan dari pasangannya, dan 11 persen dari yang disurvey menempatkan pasangan mereka pada profil terbatas sehingga tak dapat mengakses atau melihat semua aktivitas yang dilakukannya di Facebook (baik kiriman di wall, kementar atau foto).
5. Pilih teman yang menarik
55 persen facebooker mengirim friend request kepada seseorang yang mereka anggap menarik dan penting. Sebanyak 23 persen mengirim ajakan teman pada orang tak dikenal tetapi berpenampilan menarik.
6. Cari mantan kekasih
85 persen pengguna mencari dan menelusuri mantan kekasihnya melalui Facebook. Sekitar 17 persen dari mereka selalu mengecek halaman mantan kekasihnya, setidaknya sekali dalam seminggu.
7. Mengintai pacar atau eks pacar
59 persen facebooker selalu ‘mengintai’ profil pasangannya atau mantan kekasihnya, mencari petunjuk tentang hubungan mereka dengan orang lain. Apakah Anda juga termasuk pengintai?
8. Cinta lama bersemi kembali
32 persen wanita mencoba menjalin kembali hubungan dengan kekasihnya di Facebook. Sekitar 16 persen dari wanita ini berstatus sedang menjalin hubungan dengan seseorang. Bagaimana dengan pria? Sekitar 36 persen pria mencoba menjalin kembali dengan mantannya melalui Facebook; 1 dari 5 pria ini mengaku sedang menjalin hubungan. Sementara itu sekitar 3 persen responden mengakhiri hubungannya dengan membatalkan status hubungan melalui Facebook.
9. Membobol akun pasangan
23 persen responden mengaku pernah membobol atau nge-hack akun pasangannya di Facebook * Sebanyak 18 persen responden mengaku tahu password pasangannya, sekitar 85% persen mengaku diberitahu password-nya, 16% menebak password-nya, dan 9% responden sengaja nge-hack akun Facebook pasangan.
10. Ajang selingkuh
Sebanyak 5 persen responden mengaku berselingkuh dengan orang lain. Bagaimana mereka berselingkuh lewat Facebook? Para responden memberikan sejumlah alasan ;
- “Saya bosan dengan hubungan selama ini. Rayuan-rayuan di Facebook memutuskan saya untuk berselingkuh.”
- “Saya pernah bertemu bahkan tidur dengan dua lelaki yang saya kenal di Facebook.”
- “Ya, saya berselingkuh dengan seseorang yang saya temui di Facebook (teman selingkuh saya adalah mutual friend dan satunya lagi teman dekat).”
- “Saya membuat rencana-rencana untuk bertemu melalui pesan di Facebook.”
- “Ada seorang lelaki yang pernah saya kenal selama bertahun-tahun. Walau saya berkencan dengan orang lain ketika itu seperti halnya yang dia lakukan, kami masih sering kontak melalui Facebook— semisal merancang pertemuan, mengekspresikan perasaan satu sama lain dsb .”
- “Saya menggunakan pesan pribadi untuk merancang pertemuan dengan mantan.”
Kehadiran situs jejaring sosial seperti Facebook, Friendster atau Twitter sedikit banyak telah mengubah perilaku dan gaya hidup sebagian besar masyarakat.
Pengaruh luar biasa dari jejaring sosial dunia maya ini juga telah merasuk dalam kehidupan pribadi para penggunanya, termasuk perilaku berhubungan dengan orang lain.
Menurut hasil sebuah penelitian terbaru di Amerika Serikat, jejaring Facebook - yang saat ini merupakan situs yang paling banyak diakses - telah mengubah banyak aspek perilaku, khususnya terkait dengan cara menjalin hubungan dengan pasangan.
Ada banyak temuan menarik dari hasil survei terhadap sekitar 3.000 pengguna ini. Sebanyak 1.377 pria dan 1.540 wanita menjadi target dalam penelitian ini. Berikut adalah beberapa temuan penting dari penelitian ini :
1. Tak jujur dalam status
24 persen facebookers tidak memasang status relationship mereka sejujurnya. Dengan begitu, mereka lebih menyukai ‘opsi terbuka’ pada kemungkinan selingkuh atau meneruskan flirting dengan orang lain. Tercatat 27 persen pengguna tidak memasang status hubungan sama sekali, dan setengah dari mereka masih melajang.
2. Sarana Flirting
70 persen pengguna mengaku memanfaatkan Facebook untuk merayu atau menggoda teman. Sebanyak 24 persen si penggoda ini mengunakan jejaring sosial untuk merayu orang lain ketimbang pasangannya sendiri.
3. Membakar cemburu
59 persen mengaku sering cemburu karena pasangannya berhubungan dengan orang lain di Facebook. Hasil penelitian Amy Muise Ph.D dari University of Guelph, mengindikasikan, Facebook berkontribusi memicu kecemburuan, bahkan pada orang yang sebenarnya tidak punya kecenderungan atau sifat cemburuan.
4. Bencana posting wall
29 persen mengatakan bahwa kiriman pesan di dinding (wall) atau foto dapat menimbulkan masalah dengan pasangan. Sebanyak 42 persen mengatakan, mereka mendapat keluhan dari pasangannya, dan 11 persen dari yang disurvey menempatkan pasangan mereka pada profil terbatas sehingga tak dapat mengakses atau melihat semua aktivitas yang dilakukannya di Facebook (baik kiriman di wall, kementar atau foto).
5. Pilih teman yang menarik
55 persen facebooker mengirim friend request kepada seseorang yang mereka anggap menarik dan penting. Sebanyak 23 persen mengirim ajakan teman pada orang tak dikenal tetapi berpenampilan menarik.
6. Cari mantan kekasih
85 persen pengguna mencari dan menelusuri mantan kekasihnya melalui Facebook. Sekitar 17 persen dari mereka selalu mengecek halaman mantan kekasihnya, setidaknya sekali dalam seminggu.
7. Mengintai pacar atau eks pacar
59 persen facebooker selalu ‘mengintai’ profil pasangannya atau mantan kekasihnya, mencari petunjuk tentang hubungan mereka dengan orang lain. Apakah Anda juga termasuk pengintai?
8. Cinta lama bersemi kembali
32 persen wanita mencoba menjalin kembali hubungan dengan kekasihnya di Facebook. Sekitar 16 persen dari wanita ini berstatus sedang menjalin hubungan dengan seseorang. Bagaimana dengan pria? Sekitar 36 persen pria mencoba menjalin kembali dengan mantannya melalui Facebook; 1 dari 5 pria ini mengaku sedang menjalin hubungan. Sementara itu sekitar 3 persen responden mengakhiri hubungannya dengan membatalkan status hubungan melalui Facebook.
9. Membobol akun pasangan
23 persen responden mengaku pernah membobol atau nge-hack akun pasangannya di Facebook * Sebanyak 18 persen responden mengaku tahu password pasangannya, sekitar 85% persen mengaku diberitahu password-nya, 16% menebak password-nya, dan 9% responden sengaja nge-hack akun Facebook pasangan.
10. Ajang selingkuh
Sebanyak 5 persen responden mengaku berselingkuh dengan orang lain. Bagaimana mereka berselingkuh lewat Facebook? Para responden memberikan sejumlah alasan ;
- “Saya bosan dengan hubungan selama ini. Rayuan-rayuan di Facebook memutuskan saya untuk berselingkuh.”
- “Saya pernah bertemu bahkan tidur dengan dua lelaki yang saya kenal di Facebook.”
- “Ya, saya berselingkuh dengan seseorang yang saya temui di Facebook (teman selingkuh saya adalah mutual friend dan satunya lagi teman dekat).”
- “Saya membuat rencana-rencana untuk bertemu melalui pesan di Facebook.”
- “Ada seorang lelaki yang pernah saya kenal selama bertahun-tahun. Walau saya berkencan dengan orang lain ketika itu seperti halnya yang dia lakukan, kami masih sering kontak melalui Facebook— semisal merancang pertemuan, mengekspresikan perasaan satu sama lain dsb .”
- “Saya menggunakan pesan pribadi untuk merancang pertemuan dengan mantan.”